Contoh Kasus Arbitrase di Indonesia: 5 Sengketa Bisnis dan Pelajaran Klausul Kontraknya
Contoh Kasus Arbitrase akan jauh lebih mudah dipahami lewat contoh nyata. Artikel ini menyajikan lima pola sengketa bisnis yang umum diselesaikan melalui Kasus Arbitrase di Indonesia, beserta pelajaran praktis mengenai bagaimana klausul kontrak seharusnya dirancang agar tidak menimbulkan celah sengketa
Arbitrase Internasional Adalah: Pengakuan Putusan Asing dan Konvensi New York di Indonesia
Ketika sebuah perusahaan Indonesia menandatangani kontrak investasi dengan mitra dari Singapura, atau perusahaan multinasional bersengketa dengan mitra lokalnya, sengketa yang muncul sering kali tidak bisa lagi disebut "arbitrase domestik" biasa. Di sinilah konsep arbitrase internasional berperan — dan di sinilah
Putusan Arbitrase: Kekuatan Eksekutorial, Cara Pembatalan, dan Pendaftarannya di Pengadilan
Sengketa sudah diperiksa, sidang sudah selesai, dan majelis arbiter akhirnya menjatuhkan putusan. Tapi apa yang terjadi setelah itu? Apakah putusan arbitrase otomatis bisa dieksekusi seperti putusan pengadilan? Apa yang bisa dilakukan pihak yang kalah jika merasa putusan itu tidak adil?
UU Arbitrase (UU No. 30/1999): Poin Penting yang Wajib Dipahami Corporate Lawyer
Setiap corporate lawyer yang menyusun atau menelaah klausul penyelesaian sengketa wajib menguasai satu regulasi ini: Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. UU inilah yang menjadi payung hukum seluruh proses arbitrase di Indonesia — dari sahnya
Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI): Prosedur, Biaya, dan Cara Mengajukan Sengketa
Jika klausul arbitrase dalam kontrak bisnis Anda menyebut penyelesaian sengketa "berdasarkan Peraturan dan Prosedur BANI", artinya Anda sudah menyerahkan wewenang penyelesaian sengketa kepada lembaga arbitrase tertua dan paling berpengaruh di Indonesia. Artikel ini menjelaskan siapa BANI, bagaimana lembaga ini bekerja,
Perbedaan Arbitrase dan Mediasi: Tabel Perbandingan Lengkap dan Kapan Memilih Masing-masing
Banyak orang — bahkan sebagian praktisi hukum pemula — masih menyamakan arbitrase dan mediasi karena keduanya sama-sama masuk kategori Alternatif Penyelesaian Sengketa (APS) di luar pengadilan. Padahal, dari sisi sifat, proses, hingga kekuatan hasil akhirnya, dua mekanisme ini sangat berbeda.
Arbitrase: Panduan Lengkap Penyelesaian Sengketa Bisnis di Luar Pengadilan
Ketika dua perusahaan berselisih soal kontrak jual-beli, kerja sama, atau kewajiban pembayaran, jalur pertama yang terlintas biasanya adalah pengadilan. Padahal, ada mekanisme lain yang jauh lebih sering dipilih oleh pelaku bisnis dan konsultan hukum korporat: arbitrase. Cepat, tertutup, dan hasilnya
6 Tujuan Penerapan Perlindungan Data Pribadi bagi Perusahaan: Manfaat Bisnis di Balik Kepatuhan
Tujuan penerapan perlindungan data pribadi bagi perusahaan bukan sekadar memenuhi kewajiban hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Di era digital, data pribadi telah menjadi aset bisnis yang sangat bernilai. Karena itu,
Perlindungan Data Pribadi: 7 Kewajiban Penting Perusahaan agar Terhindar dari Sanksi UU PDP
Perlindungan Data Pribadi kini menjadi salah satu aspek kepatuhan hukum yang tidak dapat diabaikan oleh perusahaan di Indonesia. Sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), setiap organisasi yang mengumpulkan, menggunakan, menyimpan, maupun membagikan data
Contoh Hak Atas Kekayaan Intelektual: 10 Kasus Nyata yang Menjadi Pelajaran Penting di Indonesia
Contoh hak atas kekayaan intelektual menjadi cara paling mudah untuk memahami bagaimana hukum Hak Atas Kekayaan Intelektual diterapkan dalam praktik. Banyak pelaku usaha menganggap perlindungan merek, hak cipta, maupun paten hanya sebatas proses pendaftaran. Padahal, berbagai putusan pengadilan menunjukkan bahwa