Contoh Akta Pendirian PT Lengkap & Terbaru: Template Beserta Penjelasan 10 Pasalnya
Contoh Akta Pendirian PT merupakan referensi penting bagi siapa saja yang ingin mendirikan Perseroan Terbatas (PT). Dengan memahami isi, struktur, dan fungsi setiap pasal dalam akta pendirian, calon pendiri dapat mempersiapkan dokumen secara lebih matang sebelum berkonsultasi dengan notaris. Selain mempercepat proses penyusunan akta, pemahaman ini juga membantu mengurangi risiko kesalahan administratif maupun sengketa di kemudian hari.
Akta pendirian PT adalah dokumen hukum yang memuat identitas para pendiri, anggaran dasar perusahaan, struktur modal, hingga pengaturan organ perseroan. Dokumen ini dibuat oleh notaris dan menjadi salah satu syarat utama memperoleh status badan hukum melalui sistem Administrasi Hukum Umum (AHU).
Baca juga : Akta Pendirian PT: Isi Wajib, Proses Notaris, dan Pengesahan SK Kemenkumham
Daftar Isi
Struktur Umum Contoh Akta Pendirian PT
Secara umum, Contoh Akta Pendirian PT memiliki empat bagian utama sebagai berikut.
1. Kepala Akta
Bagian ini memuat:
- Nomor akta
- Nama notaris
- Tempat pembuatan akta
- Tanggal dan waktu penandatanganan
Informasi tersebut menunjukkan keabsahan formal suatu akta.
2. Komparisi
Komparisi berisi identitas lengkap para pendiri yang hadir di hadapan notaris, antara lain:
- Nama lengkap
- Tempat dan tanggal lahir
- Pekerjaan
- Alamat
- Nomor identitas
Bagian ini memastikan bahwa seluruh pendiri telah memenuhi persyaratan hukum.
3. Isi Akta atau Anggaran Dasar
Inilah bagian terpenting dalam Contoh Akta Pendirian PT, yang terdiri dari beberapa pasal mengenai:
- Nama Perseroan
- Tempat Kedudukan
- Maksud dan Tujuan
- Modal Perseroan
- Saham
- RUPS
- Direksi
- Komisaris
- Tahun Buku
- Penggunaan Laba
- Pembubaran Perseroan
4. Penutup
Bagian terakhir memuat:
- Tanda tangan para pendiri
- Tanda tangan notaris
- Tanda tangan saksi
Setelah seluruh pihak menandatangani akta, proses dapat dilanjutkan ke pengesahan badan hukum melalui AHU https://ahu.go.id/.
Contoh Akta Pendirian PT Beserta Penjelasan Tiap Pasal
Berikut contoh isi Contoh Akta Pendirian PT beserta fungsi masing-masing pasalnya.
Pasal 1 – Nama dan Tempat Kedudukan
Pasal ini menjelaskan nama resmi perusahaan beserta domisili hukumnya.
Contoh:
“Perseroan ini bernama PT Maju Bersama Indonesia dan berkedudukan di Kota Jakarta.”
Sebelum nama dicantumkan dalam akta, pendiri wajib melakukan pengecekan dan pemesanan nama melalui sistem AHU agar tidak sama atau menyerupai nama PT lain.
Pasal 2 – Jangka Waktu Berdirinya Perseroan
Pasal ini mengatur masa berlaku perusahaan.
Pada umumnya Perseroan Terbatas didirikan untuk jangka waktu tidak terbatas. Namun, apabila para pendiri memiliki kebutuhan tertentu, perusahaan juga dapat didirikan untuk jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan.
Pasal 3 – Maksud dan Tujuan Perseroan
Bagian ini menjelaskan kegiatan usaha yang akan dijalankan perusahaan.
Isi pasal harus menyesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) karena akan memengaruhi proses perizinan usaha.
Contoh bidang usaha yang dapat dicantumkan:
- Perdagangan umum
- Jasa konsultasi
- Teknologi informasi
- Manufaktur
- Distribusi produk
Pemilihan KBLI yang tepat akan mempermudah pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) maupun izin operasional lainnya.
Pasal 4 – Modal Perseroan
Dalam Contoh Akta Pendirian PT, pasal mengenai modal memuat tiga komponen utama, yaitu:
- Modal dasar
- Modal ditempatkan
- Modal disetor
Sebagai contoh:
- Modal dasar Rp1.000.000.000
- Modal ditempatkan Rp250.000.000
- Modal disetor Rp250.000.000
Besaran modal tersebut harus sesuai dengan kesepakatan seluruh pendiri karena akan menentukan proporsi kepemilikan saham.
Pasal 5 – Saham Perseroan
Pasal ini mengatur jumlah saham, nilai nominal saham, serta pembagian kepemilikan masing-masing pendiri.
Contoh:
Modal disetor sebesar Rp250.000.000 dibagi menjadi 250 lembar saham dengan nilai nominal Rp1.000.000 per lembar.
Apabila terdapat dua pendiri:
- Pendiri A memiliki 60% saham
- Pendiri B memiliki 40% saham
Maka hak suara dalam RUPS maupun pembagian dividen mengikuti persentase kepemilikan tersebut.
Pasal 6 sampai Pasal 10 – Organ Perseroan
Dalam Contoh Akta Pendirian PT, bagian ini mengatur struktur organisasi perusahaan.
RUPS
Rapat Umum Pemegang Saham merupakan organ tertinggi dalam Perseroan.
Kewenangannya meliputi:
- Mengangkat Direksi
- Memberhentikan Direksi
- Mengangkat Komisaris
- Menyetujui laporan tahunan
- Menyetujui aksi korporasi tertentu
Direksi
Direksi bertanggung jawab menjalankan operasional perusahaan sehari-hari serta mewakili Perseroan dalam hubungan hukum dengan pihak ketiga.
Komisaris
Komisaris bertugas melakukan pengawasan terhadap kebijakan Direksi serta memberikan nasihat demi kepentingan Perseroan.
Contoh Kasus Akta Pendirian PT dengan 2 Pendiri
Sebagai ilustrasi, berikut contoh sederhana struktur kepemilikan dalam Contoh Akta Pendirian PT.
Nama Perusahaan
PT Contoh Usaha Indonesia
Modal Dasar
Rp1.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor
Rp250.000.000
Jumlah Saham
1.000 lembar
Nilai Nominal Saham
Rp1.000.000 per lembar
Komposisi Kepemilikan
- Pendiri Pertama: 600 lembar saham (60%)
- Pendiri Kedua: 400 lembar saham (40%)
Dengan struktur tersebut, hak suara, pembagian dividen, dan tanggung jawab masing-masing pendiri mengikuti jumlah saham yang dimiliki.
Untuk memahami dasar hukum lengkap tiap klausul, baca https://claude.ai/pendirian-pt/akta-pendirian-pt/ . Setelah akta selesai, langkah berikutnya adalah menyusun Anggaran Dasar Perusahaan secara lebih rinci dan melanjutkan ke https://claude.ai/pendirian-pt/ .
Perbedaan Contoh Akta Pendirian PT Perorangan
Berbeda dengan PT biasa, PT Perorangan hanya didirikan oleh satu orang dan ditujukan bagi pelaku usaha mikro maupun usaha kecil sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena hanya memiliki satu pendiri, mekanisme pendiriannya tidak menggunakan akta pendirian sebagaimana PT biasa, melainkan menggunakan Pernyataan Pendirian yang didaftarkan secara elektronik melalui sistem AHU.
Oleh karena itu, format Contoh Akta Pendirian PT tidak dapat diterapkan sepenuhnya pada PT Perorangan.
Hal yang Wajib Diverifikasi Sebelum Tanda Tangan
Sebelum akta ditandatangani di hadapan notaris, pastikan beberapa hal berikut telah diperiksa:
- Nama PT telah disetujui melalui sistem AHU.
- Identitas seluruh pendiri sudah benar.
- Maksud dan tujuan usaha telah sesuai KBLI.
- Besaran modal telah disepakati seluruh pendiri.
- Pembagian saham telah sesuai kesepakatan.
- Jabatan Direksi dan Komisaris telah ditentukan dengan jelas.
Pemeriksaan menyeluruh akan mengurangi risiko perubahan akta maupun sengketa di masa mendatang.
Referensi Hukum
Dasar hukum penyusunan akta pendirian PT mengacu pada:
- Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas beserta perubahannya.
- https://peraturan.bpk.go.id/Details/39939 Pasal 8
- Sistem AHU Online — https://ahu.go.id/
Setelah akta selesai disusun, langkah berikutnya adalah menyusun Anggaran Dasar Perusahaan secara lebih rinci dan melanjutkan proses pendirian PT melalui: https://claude.ai/pendirian-pt/
Baca juga:
CTA: Download Template Akta Pendirian PT (Word & PDF) → Capture Email
Internal link balik ke pilar (via Akta Pendirian PT): https://claude.ai/pendirian-pt/akta-pendirian-pt/ Sibling: https://claude.ai/pendirian-pt/anggaran-dasar-perusahaan/ , https://claude.ai/pendirian-pt/ .