Akta Pendirian PT: Isi Wajib, 4 Proses Notaris, dan Pengesahan SK Kemenkumham
Akta pendirian PT adalah dokumen hukum fundamental yang menjadi dasar lahirnya suatu Perseroan Terbatas sebagai badan hukum. Tanpa akta ini, PT tidak dapat memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM dan karenanya belum memiliki status badan hukum yang sah.
Daftar Isi
Dasar Hukum Akta Pendirian PT
Pasal 7 dan Pasal 8 UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas mengatur bahwa PT didirikan oleh 1 orang atau lebih (untuk PT biasa, minimal 2 pendiri; untuk PT Perorangan, cukup 1 orang) dengan akta notaris berbahasa Indonesia.
Isi Wajib Akta Pendirian PT
Berdasarkan Pasal 8 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT), akta pendirian PT wajib memuat dua komponen utama, yaitu Keterangan Lain dan Anggaran Dasar. Yang berkaitan dengan keterangan lain, meliputi:
- Nama lengkap, tempat/tanggal lahir, pekerjaan, tempat tinggal, dan kewarganegaraan pendiri
- Susunan, nama lengkap, dan jabatan Direksi dan Dewan Komisaris pertama kali
- Nama pemegang saham, jumlah saham, dan nilai nominal saham yang telah ditempatkan dan disetor
Sementara anggaran dasar (bagian dari akta) sekurang-kurangnya memuat:
- Nama dan tempat kedudukan PT
- Maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
- Jangka waktu berdirinya
- Besarnya modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor
- Jumlah saham, klasifikasi saham (jika ada), dan hak-hak yang melekat
- Tata cara RUPS, pengangkatan dan pemberhentian Direksi/Komisaris
- Tata cara penggunaan laba dan pembagian dividen
Proses Pembuatan Akta di Hadapan Notaris
- Pendiri menyiapkan data lengkap (identitas, susunan pengurus, komposisi saham, dan draf anggaran dasar)
- Notaris melakukan pengecekan nama PT via sistem AHU
- Penandatanganan akta oleh seluruh pendiri di hadapan notaris
- Notaris mengajukan permohonan pengesahan badan hukum secara elektronik ke Kemenkumham
Perbedaan Akta Pendirian PT Biasa vs PT Perorangan
PT Perorangan (untuk UMK) tidak memerlukan akta notaris — cukup dengan Pernyataan Pendirian yang didaftarkan secara elektronik. Ini adalah salah satu terobosan UU Cipta Kerja untuk mempermudah pelaku usaha mikro dan kecil.
Apa yang Terjadi Setelah Akta Ditandatangani?
Setelah akta selesai, tahap berikutnya adalah pengesahan status badan hukum oleh Menkumham (paling lambat 60 hari sejak akta ditandatangani), dilanjutkan dengan pengurusan NPWP dan pendaftaran NIB melalui OSS. Lihat alur lengkapnya di panduan cara mendirikan PT.
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Akta Pendirian
- Nama PT tidak lolos sistem AHU karena mirip dengan PT lain
- Maksud dan tujuan usaha tidak sinkron dengan kode KBLI yang akan didaftarkan di OSS
- Komposisi saham tidak dijelaskan detail nilai nominal per lembar
SK Pengesahan PT Di Kemenkumham
SK Pengesahan PT adalah dokumen resmi yang diterbitkan oleh Kemenkumham sebagai tanda bahwa pendirian PT telah disetujui dan terdaftar dalam sistem Administrasi Hukum Umum (AHU). Tanpa SK ini, PT belum memiliki kekuatan hukum penuh.
Tahapan Mengurus SK Pengesahan PT
- Pengajuan Akta Pendirian ke AHU
Notaris mengunggah data akta pendirian PT yang sudah ditandatangani ke sistem AHU online. - Verifikasi Dokumen oleh Kemenkumham
Pihak Kemenkumham akan memeriksa kelengkapan dan keabsahan dokumen. - Penerbitan SK Pengesahan
Jika data valid, Kemenkumham akan mengeluarkan SK Pengesahan yang dapat diunduh dalam format PDF. - Penyimpanan & Penggunaan SK
SK ini digunakan untuk keperluan administrasi seperti pembuatan NPWP, pembukaan rekening bank, hingga pengurusan perizinan usaha.
Syarat Dokumen untuk SK Pengesahan PT
- Akta Pendirian PT dari Notaris
- Data lengkap pendiri, direksi, komisaris
- Alamat domisili perusahaan
- Kode KBLI sesuai bidang usaha
- Bukti setor modal (jika diperlukan)
Referensi Hukum
- https://peraturan.bpk.go.id/Details/39939, Pasal 7–8
- https://peraturan.bpk.go.id/Details/234580
- Sistem AHU Online — https://ahu.go.id/
CTA: Download Template Akta Pendirian PT (contoh lengkap dengan penjelasan pasal) → capture email.
Internal link balik ke pilar: https://claude.ai/pendirian-pt/ (anchor: “pendirian PT”) Sibling: https://claude.ai/pendirian-pt/contoh-akta-pendirian-pt/ , https://claude.ai/pendirian-pt/anggaran-dasar-perusahaan/